Allah....
Kau
tahu bahwa ragaku hanya berlutut kepada-Mu.
Maka didepan masalah, aku tidak segan-segan mengangkat dagu.
Sebesar apa dia ingin menjatuhkan karakter kuat sepertiku?
Kuakui air mata selalu hadir menjadi tradisi yang kubuat setiap pertemuan kita,
dan selain dipelukan-Mu aku tidak mau menjatuhkannya.
Selaku hamba yang masih tinggal disini, kutahu bahwa persoalan tak akan pernah usai.
Mereka hadir selayaknya siang dan malam―bergantian.
Namun penciptaku yang tak lain adalah Engkau berfirman begini;
''Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."